Mitos vs Fakta: Benarkah SEO Sudah Mati di Era AI?
Halo teman-teman digital marketer dan pebisnis online Indonesia! Pernahkah kalian mendengar kabar bahwa SEO sudah mati? Atau mungkin membaca artikel yang menyebutkan traffic organik turun drastis 25-60% karena ChatGPT dan AI? Tenang, jangan panik dulu! Data terbaru justru menunjukkan cerita yang berbeda.
Sebuah analisis skala besar oleh Graphite menggunakan data Similarweb dari lebih dari 40.000 website terbesar di Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan: traffic organik hanya turun 2.5% year-over-year — jauh dari angka 25-60% yang sering dikutip dalam berbagai komentar industri. Ini adalah kabar baik bagi kita semua yang bergelut di dunia digital marketing!
Data yang Membongkar Mitos: SEO Masih Hidup dan Berkembang
Selama ini, banyak survei, anekdot, dan studi kasus yang mengklaim bahwa traffic organik telah kolaps dan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT telah menarik permintaan dari mesin pencari. Namun, data Graphite menceritakan kisah yang berbeda.
Studi ini membandingkan traffic pencarian organik ke 40.000 situs teratas AS dari Februari hingga Desember 2024 dan Januari hingga November 2025. Hasilnya? Penurunan moderat, bukan dramatis. Bahkan pernyataan Google sendiri pada Agustus 2025 mendukung pandangan ini: perusahaan mengatakan total volume klik organik dari Google Search “relatif stabil year-over-year.”
Trend Traffic Berdasarkan Ukuran Situs
Menariknya, trend traffic bervariasi berdasarkan ukuran situs:
- Situs terbesar, termasuk 10 teratas, justru mengalami pertumbuhan traffic organik sekitar 1.6%
- Penurunan terkonsentrasi di penerbit berukuran menengah yang peringkatnya antara 100 hingga 10.000 teratas
- Situs kecil dan niche seringkali menunjukkan performa yang lebih stabil
Angka-Angka Penting yang Perlu Kamu Tahu
Mari kita lihat data konkret yang bisa menjadi acuan strategi digital marketing kita:
Statistik Utama 2025
- Traffic SEO Organik: -2.5% YoY (Year-over-Year)
- Traffic mesin pencari secara keseluruhan: +0.4%
- Traffic Google: +0.8%
- Rasio klik organik vs berbayar: ~90% organik, ~10% iklan
- Dampak AI Overview pada CTR: -35% ketika muncul
- Prevalensi AI Overview: ~30% dari SERP
AI Overview: Dampak, Bukan Kehancuran
Banyak yang khawatir AI Overview akan menghancurkan SEO. Faktanya, AI Overview memang mengurangi click-through rates (CTR) ketika muncul, tetapi jangkauannya lebih kecil dari yang diasumsikan banyak orang.
AI Overview muncul di sekitar 30% kueri, terutama yang bersifat informasional. Kunci suksesnya? Pahami pola ini:
- Kueri informasional: Paling terpengaruh oleh AI Overview
- Kata kunci komersial: Jauh lebih sedikit terpengaruh
- Kata kunci transaksional: Hampir tidak terpengaruh
Strategi Menghadapi AI Overview
Daripada takut dengan AI Overview, lebih baik adaptasi strategi:
- Fokus pada intent komersial: Optimasi untuk “beli”, “harga”, “review”
- Tingkatkan E-E-A-T: Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness
- Buat konten yang lebih mendalam: AI Overview biasanya mengambil snippet, jadi buat konten yang lebih komprehensif
- Optimasi featured snippets: Targetkan posisi zero untuk kueri informasional
Mitos: Iklan Google “Mencuri” Klik Organik
Klaim umum lainnya adalah Google menggeser traffic dari hasil organik ke iklan berbayar. Data menunjukkan perubahan yang cukup moderat:
- Bagian klik yang menuju iklan naik sekitar dua persen poin
- Hasil organik masih menghasilkan sekitar 10 kali lebih banyak klik daripada penempatan berbayar
- Rasio 90:10 masih sangat menguntungkan untuk strategi organik
Mengapa SEO Masih Penting untuk Bisnis Indonesia?
SEO tetap menjadi channel masif yang tidak bisa diabaikan. AI memang mengubah cara hasil muncul dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan informasi, tetapi permintaan untuk pencarian belum kolaps. Pergeseran sebenarnya adalah bahwa SEO sedang terfragmentasi.
Ada lebih banyak fitur SERP, lebih banyak jawaban berbasis AI, dan lebih banyak persaingan untuk lebih sedikit klik pada kueri informasional. Strategi sekarang lebih penting dari sebelumnya!
Peluang untuk Bisnis Lokal Indonesia
Kondisi pasar Indonesia memiliki keunikan tersendiri:
- Adopsi AI yang lebih lambat: Memberikan waktu untuk adaptasi
- Dominasi mobile search: 85% pencarian di Indonesia via mobile
- Pertumbuhan e-commerce lokal: Tokopedia, Shopee, Bukalapak masih mengandalkan traffic organik
- Content bahasa Indonesia: AI masih kurang optimal untuk bahasa lokal
Strategi SEO 2025 yang Bisa Langsung Kamu Terapkan
Berdasarkan data dan analisis ini, berikut strategi yang bisa kamu implementasikan:
1. Diversifikasi Portfolio Konten
- 70% konten komersial/transaksional (kurang terpengaruh AI)
- 20% konten informasional mendalam (targetkan featured snippets)
- 10% konten brand awareness (bangun otoritas)
2. Optimasi untuk User Experience
- Loading speed di bawah 3 detik
- Mobile-first design
- Struktur konten yang mudah dipindai
- Multimedia yang relevan
3. Bangun Authority dan Trust
- Guest posting di media terpercaya
- Kolaborasi dengan influencer industri
- Testimoni dan case study
- Update konten secara berkala
4. Monitoring dan Analisis Berkelanjutan
- Gunakan Google Search Console secara rutin
- Analisis kompetitor secara berkala
- Track perubahan algoritma
- Uji coba strategi baru
Data dan Metodologi: Bisa Dipercaya?
Analisis ini menggunakan estimasi traffic Similarweb untuk lebih dari 40.000 website terbesar AS. Estimasi ini menggabungkan:
- Panel pengguna opt-in
- Data ISP dan operator seluler
- Sinyal web publik
- Pengukuran langsung dari situs yang berpartisipasi
Untuk memvalidasi akurasi, Graphite membandingkan trend Similarweb dengan data first-party Google Search Console dan Google Analytics di berbagai situs dan menemukan korelasi median sebesar 0.86 — angka yang sangat tinggi dan menunjukkan keandalan data.
Kesimpulan: SEO Masih Raja, Tapi Perlu Adaptasi
Jadi, apa yang bisa kita simpulkan dari semua data ini?
Pertama, jangan percaya mitos bahwa SEO sudah mati. Data menunjukkan traffic organik hanya turun 2.5% — angka yang sangat wajar dalam dinamika digital marketing.
Kedua, AI memang mengubah landscape, tetapi tidak menghancurkan. AI Overview mempengaruhi sekitar 30% kueri, terutama yang informasional, tetapi kueri komersial dan transaksional masih sangat mengandalkan hasil organik.
Ketiga, strategi menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dengan fragmentasi SERP dan persaingan yang semakin ketat, hanya mereka yang memiliki strategi terencana yang akan bertahan dan berkembang.
Untuk bisnis Indonesia, ini adalah peluang emas. Dengan adopsi AI yang masih bertahap dan dominasi pencarian mobile, kita punya waktu untuk beradaptasi dan mengoptimasi strategi SEO kita.
Action plan yang bisa kamu mulai minggu ini:
- Audit konten existing kamu — fokus pada yang komersial
- Optimasi halaman produk dan layanan
- Bangun backlink dari sumber terpercaya
- Monitor performa secara rutin
- Eksperimen dengan format konten baru
Ingat, dalam dunia digital marketing, yang bertahan bukan yang terkuat, tapi yang paling bisa beradaptasi. SEO masih memberikan ROI yang sangat baik, dan dengan strategi yang tepat, kamu bisa memanfaatkannya untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Semoga artikel ini membantu memberikan perspektif baru dan strategi yang bisa langsung kamu terapkan! Jika ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, jangan ragu untuk tinggalkan komentar di bawah.



