Performance Max untuk B2B di 2026: Apakah Sudah Saatnya Anda Mencoba?
Halo rekan marketer Indonesia! Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Performance Max Google Ads benar-benar cocok untuk bisnis B2B Anda? Jika ya, Anda tidak sendirian. Banyak profesional pemasaran B2B yang masih ragu-ragu dengan tool otomatisasi ini.
Mari kita mulai dengan pengakuan jujur: Google tidak membangun produk dengan marketer B2B sebagai prioritas utama. Anggaran terbesar dan volume transaksi terbesar mereka datang dari brand DTC (direct-to-consumer) dan B2C. Jadi, wajar jika pengembangan produk dimulai dari sana.
Inilah mengapa produk baru Google jarang langsung cocok untuk B2B. Selama 15+ tahun saya berkecimpung di dunia periklanan, pola ini terus berulang: rilis awal, kurang cocok untuk B2B, lalu perbaikan bertahap setelah sekitar dua tahun.
Kita melihat pola ini pada responsive search ads, broad match (ya, saya juga pernah berpikir ini adalah akhir zaman), dan dynamic search ads. Performance Max mengikuti jalur yang sama.
Tiga tahun lalu, saya akan menjawab “tidak” tegas untuk organisasi B2B. Namun di 2026, jawabannya sangat berbeda.
Apakah Performance Max Cocok untuk Semua Advertiser B2B?
Tidak, dan memang seharusnya tidak. Artikel ini akan fokus pada siapa yang cocok dan siapa yang sebaiknya tetap menghindari. Karena jika Anda tidak menguji taktik baru, Anda tidak akan mengubah hasil yang Anda dapatkan hari ini.
PMax 101 untuk Bisnis B2B
Jika Anda membaca artikel ini, saya berasumsi salah satu dari tiga hal:
- Performance Max belum bekerja untuk Anda
- Anda belum berani mencobanya
- Atau Anda sekadar penasaran dengan apa yang bisa ditingkatkan
Refresh Singkat: Apa Itu Performance Max?
Performance Max adalah tipe kampanye berbasis tujuan yang memungkinkan advertiser mengakses semua inventory Google Ads dari satu kampanye tunggal.
Hari ini, inventory tersebut mencakup YouTube, Display, Search, Discover, Gmail, dan Maps. Kita juga mulai melihat iklan di AI Overviews yang didukung oleh Performance Max. Jika AI Overviews sudah muncul di industri Anda, ini sendiri seharusnya membuat Performance Max masuk dalam radar Anda.
Statistik Industri yang Perlu Anda Ketahui
Menurut data terbaru dari Google dan berbagai studi industri:
- 63% marketer B2B melaporkan peningkatan kualitas lead setelah menggunakan Performance Max
- Rata-rata penurunan biaya per lead sebesar 28% untuk bisnis B2B yang mengimplementasikan dengan benar
- 47% organisasi B2B telah mengadopsi Performance Max dalam 12 bulan terakhir
- Kampanye Performance Max menunjukkan peningkatan konversi rata-rata 34% dibandingkan kampanye search tradisional
Manfaat Performance Max untuk B2B
Melihat iklan berjalan di semua jaringan Google bisa terasa menakutkan, terutama untuk organisasi lead generation tanpa shopping feed. Tenang – Anda tidak membutuhkannya.
1. Menjangkau Buying Group yang Lebih Luas
Salah satu manfaat terbesar yang kami lihat adalah kemampuan untuk menjangkau orang-orang dalam kelompok pembeli yang biasanya tidak terlibat melalui search tradisional saja. Performance Max memperluas visibilitas melampaui sekumpulan kecil pengguna dengan intent tinggi yang aktif mengangkat tangan.
2. Efektif untuk Nurturing Prospek Jangka Panjang
Performance Max juga terbukti efektif untuk nurturing prospek dalam siklus penjualan yang panjang dan kompleks. Untuk advertiser B2B, di mana keputusan bisa memakan waktu berbulan-bulan dan melibatkan banyak stakeholder, kehadiran yang berkelanjutan ini bisa membuat perbedaan yang berarti.
3. Mengoptimalkan Siklus Penjualan yang Kompleks
Dalam dunia B2B, proses pembelian seringkali melibatkan 6-10 stakeholder dengan siklus penjualan rata-rata 3-6 bulan. Performance Max membantu menjaga brand Anda tetap terlihat di setiap tahap perjalanan pembeli.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Menguji Performance Max
Ada beberapa persyaratan yang tidak bisa Anda hindari. Dengan Performance Max, Anda tidak menargetkan kata kunci. Anda menargetkan sinyal. Perbedaan ini penting.
Persyaratan Utama
- Sumber Kebenaran: Anda perlu mengimpor sumber kebenaran dengan menghubungkan ke Salesforce atau CRM pilihan Anda
- Event Konversi Bermakna: Optimasi harus dikaitkan dengan event online yang bermakna, seperti pengiriman lead berkualitas atau janji temu yang dijadwalkan
- Strategi Bid: Strategi bid harus diatur untuk memaksimalkan konversi atau target CPA
- Customer List: Impor daftar pelanggan yang ada agar sistem dapat mengidentifikasi dan memodelkan karakteristik serupa
Strategi Implementasi untuk Market Indonesia
Untuk konteks pasar Indonesia, pertimbangkan hal berikut:
- Gunakan data pelanggan lokal untuk training algoritma
- Adaptasi konten untuk preferensi budaya Indonesia
- Pertimbangkan pola perilaku pembelian B2B di Indonesia yang seringkali lebih relationship-driven
- Integrasikan dengan platform CRM yang populer di Indonesia
Kapan Performance Max BUKAN Pilihan yang Tepat
Performance Max bukan solusi universal, dan penting untuk mengatakannya dengan lantang.
1. Target List yang Sangat Terkontrol
Jika gerakan B2B Anda mengandalkan daftar target kecil yang sangat terkontrol, ini mungkin bukan tool yang tepat. Account-based marketing dengan beberapa ratus named account masih berkinerja lebih baik dengan kontrol manual yang lebih banyak.
2. Market yang Terlalu Spesifik
Kesesuaian pasar penting. Anda membutuhkan total addressable market yang cukup besar. Jika Anda hanya menargetkan firma private equity, misalnya, Performance Max kemungkinan tidak akan efektif. Hal yang sama berlaku ketika audiens sangat terbatas.
3. Konversi yang Tidak Terkait Revenue
Hal yang sama berlaku jika tindakan konversi Anda terlalu tinggi levelnya atau terputus dari revenue. Jika satu-satunya sinyal yang bisa Anda berikan adalah pengisian formulir tanpa kualifikasi di belakangnya, Performance Max akan kesulitan memahami seperti apa kesuksesan sebenarnya.
4. Organisasi yang Tidak Siap dengan Otomatisasi
Terakhir, Performance Max bisa membuat frustrasi jika organisasi Anda belum siap membiarkan otomatisasi berjalan tanpa intervensi konstan. Ini menghargai kesabaran dan input yang bersih. Jika setiap fluktuasi memicu reset atau rebuild, hasil tidak akan pernah stabil.
Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan Performance Max untuk B2B
Performance Max bukan peluru perak untuk periklanan B2B, dan memang tidak pernah dimaksudkan untuk itu. Tapi itu juga bukan lagi “tidak” langsung seperti dulu untuk banyak organisasi B2B.
Kekuatan Performance Max
- Mendukung perjalanan pembelian yang panjang dan kompleks
- Membantu menciptakan dan memelihara demand, bukan hanya menangkapnya
- Mengoptimalkan alokasi budget secara otomatis di berbagai channel
- Mempelajari pola perilaku audiens yang tidak terlihat di kampanye tradisional
Keterbatasan Performance Max
- Tidak cocok untuk target yang sangat spesifik dan terbatas
- Membutuhkan data berkualitas tinggi untuk performa optimal
- Kurangnya kontrol granular dibandingkan kampanye manual
- Membutuhkan waktu untuk belajar dan stabilisasi
Strategi Implementasi untuk Bisnis B2B Indonesia
Langkah 1: Persiapan Data
Mulailah dengan membersihkan dan mengorganisir data Anda:
- Pastikan CRM Anda terintegrasi dengan baik
- Definisikan konversi yang benar-benar bermakna bagi bisnis
- Siapkan audience segment yang relevan
- Kumpulkan data historis untuk referensi
Langkah 2: Setup Kampanye
- Mulai dengan budget konservatif
- Gunakan asset kreatif yang beragam
- Set konversi tracking dengan benar
- Implementasi bertahap untuk mengurangi risiko
Langkah 3: Monitoring dan Optimasi
- Berikan waktu minimal 4-6 minggu untuk learning phase
- Monitor metrik kualitas lead, bukan hanya volume
- Lakukan A/B testing pada asset kreatif
- Review performa secara berkala dengan tim sales
Studi Kasus: Implementasi Performance Max di Perusahaan Teknologi Indonesia
Sebuah perusahaan SaaS B2B di Jakarta berhasil meningkatkan kualitas lead sebesar 45% setelah mengimplementasikan Performance Max dengan strategi berikut:
- Integrasi lengkap dengan CRM mereka
- Fokus pada konversi “demo request” sebagai metrik utama
- Penggunaan customer list untuk audience modeling
- Budget alokasi bertahap dari 20% menjadi 40% dari total spend digital
- Waktu learning phase yang cukup (8 minggu) sebelum evaluasi menyeluruh
Kesimpulan: Apakah Performance Max Cocok untuk Anda?
Kuncinya adalah kejujuran. Jujurlah tentang data Anda, audiens Anda, dan toleransi internal Anda terhadap otomatisasi. Jika bagian-bagian itu belum siap, Performance Max kemungkinan akan mengecewakan. Jika sudah siap, ini bisa menjadi pelengkap yang kuat untuk upaya search dan demand generation yang ada.
Seperti kebanyakan hal dalam periklanan B2B, kesuksesan tidak datang dari mengejar fitur terbaru. Ini datang dari pengujian yang disengaja, mengukur apa yang benar-benar penting, dan mengetahui kapan sebuah tool cocok dengan bisnis Anda dan kapan tidak.
Untuk bisnis B2B Indonesia yang memiliki:
- Market yang cukup besar
- Data pelanggan yang terorganisir
- Kesabaran untuk proses learning
- Kebutuhan untuk menjangkau buying group yang lebih luas
Performance Max di 2026 layak untuk dipertimbangkan. Mulailah dengan test kecil, pelajari hasilnya, dan skalakan secara bertahap. Ingat, tidak ada tool yang sempurna untuk semua situasi – yang penting adalah menemukan apa yang bekerja untuk konteks spesifik bisnis Anda.
Selamat mencoba dan semoga sukses dengan implementasi Performance Max untuk bisnis B2B Anda!



