Era Baru: Google Bukan Lagi Satu-satunya Raja Pencarian
Halo pembaca yang budiman! Pernahkah Anda merasa dunia digital berubah dengan sangat cepat? Kita sekarang hidup di era di mana visibilitas konten web terfragmentasi di berbagai platform pencarian dan media sosial. Meskipun Google masih menjadi kekuatan dominan, platform ini bukan lagi pengalaman pencarian default yang mutlak.
Platform media sosial berbasis video seperti TikTok dan situs berbasis komunitas seperti Reddit kini menjadi mesin pencari populer dengan audiens yang sangat loyal. Menurut data terbaru, 40% generasi Z lebih memilih TikTok dan Instagram untuk pencarian dibandingkan Google. Ini adalah perubahan besar yang memengaruhi cara kita mengonsumsi konten berita.
Bagaimana Media Sosial Mengubah Google SERP
Evolusi SERP (Search Engine Results Page) berita Google saat ini dipengaruhi langsung oleh dua faktor utama:
1. Personalisasi Respons Query oleh AI
Large Language Models (LLMs) seperti yang digunakan dalam AI Overviews Google memberikan respons yang sangat dipersonalisasi. Google telah merespons tren ini dengan menciptakan fitur SERP bertenaga AI sendiri, seperti AI Overviews dan AI Mode.
2. Bangkitnya Otoritas Influencer
Media sosial telah memberdayakan influencer dan konten kreator untuk menjadi sumber informasi yang dipercaya. Google sekarang menampilkan lebih banyak konten dari platform media sosial yang menyediakan konten “bermanfaat, andal, dan berfokus pada orang” yang diprioritaskan oleh sistem peringkat Google.
Strategi Holistik: Menggabungkan SEO, Media Sosial, dan AI
Sekarang, ketika pencarian dan media sosial lebih terjalin daripada sebelumnya, diperlukan paradigma baru. Tim audiens di ruang redaksi yang terdiri dari spesialis media sosial, SEO, dan AI perlu bekerja secara holistik setiap hari menuju tujuan visibilitas konten yang kohesif.
Ketika mengoptimalkan konten berita untuk platform media sosial, penerbit juga harus mempertimbangkan bagaimana postingan tersebut mungkin tampil di Google SERP. Mari kita bahas strategi untuk platform spesifik.
Optimalkan Konten Berita untuk Platform Media Sosial
Pertama, mari kita mulai dengan nasihat yang masuk akal. Penerbit harus menahan godaan untuk mengoptimalkan konten untuk setiap platform media sosial. Lebih baik memilih satu atau dua platform sosial – di mana audiens sudah terbentuk dan menawarkan peluang terbaik untuk pertumbuhan – daripada membuat akun di setiap platform dan membiarkannya terbengkalai.
Tinjau analitik dan lakukan survei audiens untuk mendapatkan wawasan tentang platform mana yang sudah dikonsumsi audiens Anda untuk konten berita.
YouTube: Raja Konten Video
Jika Anda memproduksi konten video YouTube, pastikan untuk mengikuti praktik terbaik SEO video. Sistem peringkat pencarian YouTube memprioritaskan tiga elemen:
- Relevansi: Metadata perlu secara akurat mewakili konten video untuk muncul sebagai relevan untuk kueri pencarian
- Engagement: Termasuk faktor seperti waktu tonton video untuk kueri pengguna tertentu
- Kualitas: Konten video harus menunjukkan keahlian topik, otoritas, dan kepercayaan
Satu tren yang saya perhatikan di video YouTube pada Google SERP adalah bahwa konten acara lama dapat terus mendorong peringkat visibilitas lama setelah acara berakhir dan jauh setelah artikel terkait memudar dalam peringkat pencarian.
Menurut data BrightEdge, hampir 30% Google AI Overviews mengutip YouTube. YouTube paling sering dikutip untuk tutorial, ulasan, dan kueri terkait belanja.
Facebook: Platform yang Beradaptasi
Meskipun Facebook mungkin bukan anak keren di blok lagi, platform sosial ini telah melayani beragam pengguna selama sejarah panjangnya. Konten berbasis komunitas dan berita hiburan yang memicu percakapan adalah kunci keberhasilan engagement di Facebook.
Sementara Meta menghapus tab berita khusus di Facebook pada 2023-2024, yang menyebabkan rujukan Facebook untuk penerbit berita anjlok, perlu dicatat bahwa postingan Facebook telah meningkat dalam visibilitas Google SERP selama setahun terakhir.
Instagram: Visual yang Menawan
Platform ini menekankan cerita yang bergaya, digerakkan secara visual, dan topik seperti mode karpet merah di acara penghargaan. Topik kesehatan, terutama nutrisi dan perawatan diri, juga populer.
Postingan olahraga dari Instagram, terutama sorotan pertandingan, sering muncul di Google SERP sebagai bagian dari carousel penerbit khusus atau di “What people are saying”.
TikTok: Generasi Muda Berbicara
Basis pengguna TikTok condong ke perempuan dan memiliki porsi orang kulit berwarna yang lebih besar. Sekitar setengah dari usia 18-29 tahun di AS melaporkan membuka TikTok setidaknya sekali sehari, menurut data Pew Research.
Konten visual, percakapan, dan berbasis opini untuk audiens yang lebih muda bekerja paling baik di TikTok. Konten komunitas niche juga bekerja dengan baik; pikirkan fashion, #BookTok, dll.
Reddit: Komunitas yang Unik
Aspek unik Reddit adalah bahwa basis penggunanya sering tidak berada di platform sosial lain. Untuk penerbit berita, ini bisa berarti peluang emas untuk keterlibatan komunitas niche, tetapi juga memerlukan strategi khusus yang mungkin tidak diterjemahkan dengan baik ke platform lain.
Konten diskusi forum komunitas dari Reddit membuatnya secara alami muncul di Google SERP sebagai bagian dari carousel “What people are saying”.
Peluang Konten Sosial berdasarkan Fitur SERP Google
Jika Anda ingin muncul dalam fitur SERP tertentu, sangat membantu untuk mengetahui bagaimana konten platform sosial muncul di setiap jenisnya.
Top Stories (atau News Box)
Permata mahkota Google SERP untuk penerbit berita, fitur ini didedikasikan untuk berita terbaru dan cerita berita yang berkembang serta menangkap pembaruan untuk berita besar dan tren saat ini.
Pemilihan thumbnail sangat penting untuk Top Stories. Penerbit harus memperhatikan label deskriptif News Box untuk memastikan konten dioptimalkan untuk mencocokkan niat atau sudut spesifik yang dicari Google.
What People Are Saying
Fitur Google SERP ini ideal untuk menangkap reaksi audiens dan konten yang dihasilkan pengguna dari berbagai platform sosial. Video pendek sering ditampilkan di ruang ini.
Ini adalah showcase untuk cerita atau topik apa pun yang mendorong keterlibatan emosional, termasuk reaksi terhadap segala sesuatu mulai dari kematian selebritas hingga hasil acara olahraga hingga tren viral.
Knowledge Panel
Ada minat yang tumbuh dalam fitur Google SERP ini di kalangan penerbit berita, terutama penerbit yang memproduksi konten hiburan.
Tergantung pada konfigurasi, penerbit memiliki peluang untuk mendapatkan peringkat untuk gambar, postingan sosial, atau artikel, seperti biografi selebritas.
Google Discover
Produk hibrida sosial-pencarian ini, yang menampilkan konten tren, keterlibatan emosional berdasarkan aktivitas web dan aplikasi pengguna, memerlukan strategi optimasi terpisah.
Kunci visibilitas Discover adalah mengidentifikasi topik yang memicu rasa ingin tahu dan memastikan artikel diformat untuk konsumsi tanpa gesekan.
Menurut studi Marfeel, YouTube dan X adalah platform sosial dominan yang ditampilkan di Discover. Ini semakin dikonfirmasi oleh wawasan dari tim Trust and Safety Google yang disajikan di Google Search Central Live di Zurich pada Desember 2025.
Ancaman atau Peluang?
Alih-alih merasa kecewa dengan meningkatnya persaingan dari konten platform media sosial yang muncul di SERP dan Discover Google, penerbit berita harus menyambut peluang tambahan untuk konten mereka dilihat.
Dalam lanskap pencarian bertenaga sosial dan AI, visibilitas merek adalah metrik kunci. Apakah visibilitas itu berasal dari artikel, video, atau postingan sosial penerbit berita, itu masih dihitung untuk keterlibatan merek.
Sementara strategi pencarian telah lama berfokus pada algoritma, mengoptimalkan konten untuk SERP yang mengutamakan sosial memerlukan fokus yang berbeda. Penggabungan sosial dan pencarian akan memicu revolusi tim audiens holistik di ruang redaksi, mengurangi praktik yang berlebihan, dan menginspirasi strategi konten yang didukung oleh orang-orang daripada algoritma.
Kesimpulan: Masa Depan yang Menjanjikan
Dunia digital terus berkembang, dan sebagai penerbit berita atau konten kreator, kita harus beradaptasi. Strategi yang sukses di masa depan akan menggabungkan:
- Pemahaman mendalam tentang audiens di setiap platform
- Konten yang autentik dan bernilai daripada sekadar mengikuti algoritma
- Kolaborasi antar tim SEO, media sosial, dan konten
- Fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan teknologi
Ingatlah bahwa di era AI dan media sosial, koneksi manusiawi dan konten yang bermakna tetap menjadi kunci kesuksesan. Mulailah dengan memahami audiens Anda, pilih platform yang tepat, dan ciptakan konten yang benar-benar memberikan nilai.
Selamat berkreasi dan semoga konten Anda mendapatkan visibilitas yang layak di era digital yang baru ini!


