Mengenal Update Terbaru Microsoft Advertising: Kini Bisa Tambah 50 Search Themes di Performance Max!

Halo, teman-teman digital marketer dan pemilik bisnis di Indonesia! Ada kabar segar nih dari dunia digital advertising, khususnya bagi Anda yang sering berkutat dengan Microsoft Advertising. Baru-baru ini, Microsoft membawa angin segar dengan mengumumkan bahwa mereka telah meningkatkan batas search themes di kampanye Performance Max (PMax) menjadi 50. Wah, angka ini naik signifikan dibanding batas sebelumnya yang jauh lebih sedikit.

Mungkin bagi sebagian orang, angka “50” terdengar seperti angka biasa. Tapi, bagi kita yang sehari-hari “bermain” dengan algoritma dan data, ini adalah perubahan besar yang memberikan kendali lebih di tengah gempuran otomatisasi AI. Bayangkan, Anda sekarang punya 50 slot untuk “membisiki” AI Microsoft tentang siapa sebenarnya target audiens Anda dan kata kunci apa yang paling relevan bagi bisnis Anda.

Dalam artikel ini, kita akan bedah tuntas kenapa update ini sangat penting, bagaimana cara memanfaatkannya untuk bisnis Anda di Indonesia, serta strategi apa yang bisa langsung Anda terapkan hari ini juga. Mari kita mulai!

Apa Itu Search Themes dan Kenapa Kita Harus Peduli?

Sebelum kita bicara lebih jauh soal update “50 search themes”, yuk kita samakan persepsi dulu. Apa sih sebenarnya search themes itu? Dalam dunia Performance Max, search themes adalah sinyal strategis yang kita berikan kepada AI. Berbeda dengan kata kunci (keywords) tradisional yang bersifat kaku, search themes lebih bersifat memberikan “petunjuk” atau konteks kepada mesin.

Baca Juga  Platform Kripto India Desak Reformasi Pajak: Apa Artinya Bagi Investor Indonesia?

Misalnya, jika Anda menjual “peralatan kopi rumahan”, Anda tidak hanya menargetkan kata kunci itu saja. Dengan search themes, Anda memberitahu AI bahwa orang yang mencari “cara membuat latte di rumah” atau “rekomendasi grinder kopi manual” juga adalah calon pelanggan potensial Anda. Sinyal ini membantu AI memahami niat (intent) pengguna, bukan sekadar kata yang mereka ketik.

Mengapa kita harus peduli dengan penambahan limit hingga 50 ini? Berikut adalah alasannya:

  • Kontrol Lebih Besar di Tengah Otomatisasi: Seringkali kita merasa AI PMax terlalu “bebas” dan menampilkan iklan di tempat yang tidak relevan. Dengan 50 tema, Anda bisa mempersempit ruang gerak AI agar tetap berada di jalur yang benar.
  • Sangat Cocok untuk Bisnis Multi-Kategori: Kalau Anda punya toko online yang menjual baju, sepatu, dan tas, dulu Anda mungkin harus membuat banyak kampanye karena limit tema yang sedikit. Sekarang, Anda bisa memasukkan lebih banyak kategori dalam satu kampanye tanpa kehilangan relevansi.
  • Mengarahkan AI ke Audiens Berkualitas: Alih-alih mendapatkan trafik yang luas tapi “sampah”, 50 tema ini memungkinkan Anda menangkap audiens yang memang punya niat beli tinggi (high-intent).

Peralihan dari Keyword Tradisional ke Signal-Based Targeting

Microsoft sedang melakukan pergeseran besar dalam cara mereka menangani iklan. Mereka mulai meninggalkan model penargetan kata kunci yang kaku dan beralih ke signal-based control. Apa artinya bagi Anda?

Dulu, keberhasilan iklan sangat bergantung pada seberapa jitu Anda menebak kata kunci yang diketik orang. Sekarang, fokusnya adalah pada “sinyal”. Microsoft menggabungkan search themes ini dengan data profil LinkedIn—sesuatu yang tidak dimiliki oleh kompetitor terbesarnya. Ini adalah senjata rahasia Microsoft Advertising.

Bayangkan Anda menjalankan iklan untuk jasa konsultasi bisnis di Jakarta. Anda bisa memasukkan search themes yang relevan, lalu memadukannya dengan profil LinkedIn yang menargetkan “Manajer Operasional” atau “CEO”. Hasilnya? Iklan Anda akan muncul di hadapan orang yang tepat, di waktu yang tepat, dengan konteks yang pas.

Mengapa Microsoft Menambah Limit Ini Sekarang?

Banyak pengiklan yang mengeluh bahwa PMax seringkali terasa seperti “kotak hitam” (black box) yang sulit dikendalikan. Microsoft mendengar masukan ini. Navah Hopkins, seorang ahli produk dari Microsoft, sempat membocorkan di LinkedIn bahwa update ini adalah bagian dari rangkaian pengumuman besar yang puncaknya ada di tanggal 14 Januari nanti.

Baca Juga  Strategi Campari Menguasai Pasar Minuman Rendah Alkohol: Peluang dan Tantangan di Indonesia

Dengan memberikan ruang hingga 50 tema, Microsoft ingin memastikan pengiklan merasa memiliki “setir” yang lebih kuat untuk mengarahkan kampanye mereka. Mereka ingin otomatisasi tetap ada, tapi manusialah yang menentukan arah strategisnya.

Strategi Praktis: Cara Memaksimalkan 50 Search Themes untuk Bisnis Anda

Sekarang pertanyaannya: bagaimana cara menggunakan 50 slot ini dengan bijak? Jangan asal masukkan kata kunci! Gunakan pendekatan yang terstruktur agar AI Microsoft bisa belajar dengan efektif. Berikut adalah pembagian kategori yang bisa Anda coba:

1. Gunakan Kategori Produk yang Lebih Detail

Jika Anda menjalankan bisnis e-commerce, gunakan slot ini untuk mencakup variasi produk secara mendalam.

  • Contoh: Jangan cuma pakai “sepatu olahraga”. Gunakan “sepatu lari maraton”, “sepatu gym anti slip”, “sepatu lari wanita ringan”, dan seterusnya.

2. Targetkan Berdasarkan Masalah (Problem-Based Themes)

Orang sering mencari solusi di internet. Gunakan search themes yang mencerminkan masalah yang diselesaikan produk Anda.

  • Contoh: Jika Anda menjual suplemen vitamin, gunakan tema seperti “cara mengatasi badan lemas”, “suplemen untuk daya tahan tubuh saat cuaca ekstrem”, atau “tips agar tidak mudah sakit”.

3. Memanfaatkan Niche atau Long-Tail Themes

Dengan 50 slot, Anda punya kemewahan untuk memasukkan kata-kata yang lebih spesifik atau long-tail.

  • Contoh: “jasa desain interior apartemen studio minimalis di Jakarta” atau “catering diet keto mingguan di Surabaya”. Tema spesifik seperti ini biasanya memiliki tingkat konversi yang jauh lebih tinggi.

4. Sinyal Berbasis Musiman (Seasonal Signals)

Di Indonesia, momen musiman sangat kuat, seperti Ramadan, Lebaran, atau Harbolnas. Anda bisa menyisihkan beberapa slot untuk tema musiman tanpa harus menghapus tema utama Anda.

  • Contoh: “kado lebaran unik”, “parsel ramadan premium”, atau “diskon baju baru harbolnas”.

Integrasi dengan LinkedIn: Keunggulan Mutlak Microsoft Advertising

Satu hal yang membuat Microsoft Advertising sangat menarik bagi pengiklan di Indonesia—terutama untuk sektor B2B dan jasa profesional—adalah integrasinya dengan LinkedIn. Saat Anda menambahkan search themes di PMax, AI tidak hanya melihat apa yang dicari orang di Bing atau Yahoo, tetapi juga siapa orang tersebut di LinkedIn.

Baca Juga  Kesalahan URL yang Hampir Menghancurkan Black Friday: Pelajaran Berharga dari Nick Handley untuk Marketer Indonesia

Misalnya, jika Anda menawarkan solusi perangkat lunak akuntansi (SaaS), Anda bisa memasukkan search themes seperti “software akuntansi terbaik” dan AI akan memprioritaskan menampilkan iklan tersebut kepada orang-orang dengan jabatan “Accountant”, “Finance Manager”, atau pemilik bisnis kecil yang terdata di LinkedIn.

Ini adalah cara yang sangat efisien untuk menghabiskan anggaran iklan Anda. Anda tidak lagi membuang uang untuk orang yang hanya sekadar ” browsing”, tapi benar-benar menyasar mereka yang memiliki otoritas untuk mengambil keputusan pembelian.

Tips Tambahan: Memantau Performa Setelah Update

Setelah Anda menambahkan 50 search themes tersebut, jangan ditinggal begitu saja ya! Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar hasilnya maksimal:

  • Berikan Waktu untuk Learning Phase: AI butuh waktu untuk mempelajari sinyal baru. Biasanya sekitar 1-2 minggu. Jangan terburu-buru mengubah settingan jika hasilnya belum terlihat di hari kedua.
  • Gunakan Remarketing Berbasis Impresi: Padukan tema pencarian Anda dengan sinyal audiens dari kunjungan website sebelumnya. Ini akan membuat iklan PMax Anda menjadi sangat personal dan persuasif.
  • Evaluasi Search Term Report: Meskipun kita menggunakan “themes”, tetap pantau laporan kata kunci yang memicu iklan Anda. Jika ada yang melenceng jauh, Anda bisa menyesuaikan tema atau menggunakan negative keywords di tingkat akun.

Apa yang Harus Ditunggu Selanjutnya?

Kabar mengenai 50 search themes ini hanyalah permulaan. Microsoft mengisyaratkan akan ada lebih banyak pembaruan di blog Advertising mereka minggu depan (sekitar pertengahan Januari). Kabarnya, mereka akan membuat Performance Max menjadi jauh lebih fleksibel dan lebih “ramah pengiklan” tanpa mengorbankan kecanggihan otomatisasi.

Bagi Anda yang sudah menggunakan Google Ads PMax, transisi ke Microsoft Ads PMax sekarang jauh lebih mudah karena fiturnya semakin setara, bahkan punya keunggulan di sisi data audiens profesional (LinkedIn).

Kesimpulan: Waktunya Mengambil Kendali

Pembaruan Microsoft Advertising yang meningkatkan batas search themes hingga 50 adalah sinyal kuat bahwa era “setir otomatis penuh” mulai bergeser menjadi “otomatisasi yang diarahkan manusia”. Bagi pebisnis dan marketer di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk lebih kreatif dalam merancang kampanye iklan yang lebih relevan dan tertarget.

Dengan 50 tema, Anda tidak lagi harus mengorbankan satu lini produk demi produk lainnya dalam satu kampanye. Anda bisa merefleksikan seluruh spektrum bisnis Anda secara komprehensif. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buka dashboard Microsoft Advertising Anda, masuk ke kampanye Performance Max, dan mulailah mengeksplorasi 50 search themes untuk menjangkau pelanggan impian Anda!

Tetap semangat dalam bereksperimen, dan pastikan Anda siap menghadapi update besar berikutnya dari Microsoft pada 14 Januari nanti. Selamat mengoptimasi!