Kenapa Kombinasi Demand Gen dan Performance Max Jadi Strategi Ampuh untuk E-commerce?

Halo, pebisnis online Indonesia! Pernah merasa bingung memilih strategi iklan Google yang tepat untuk toko online Anda? Jika iya, Anda tidak sendirian. Dunia periklanan digital terus berkembang, dan Google baru-baru ini memperkenalkan dua jenis kampanye yang bisa menjadi game-changer untuk bisnis e-commerce Anda: Demand Gen dan Performance Max.

Ketika Google meluncurkan kampanye Demand Gen pada 2023, awalnya banyak yang menganggapnya sebagai fitur eksperimental. Namun, dalam perjalanannya, Demand Gen berkembang menjadi alat yang sangat powerful untuk membangun engagement yang lebih dalam di YouTube, Discover, dan Gmail. Sementara itu, Performance Max sudah dikenal sebagai mesin konversi yang handal.

Menurut data dari Google sendiri, bisnis yang menggunakan kombinasi kedua strategi ini mengalami peningkatan revenue rata-rata 35% lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengandalkan satu jenis kampanye. Fakta menarik, bukan?

Memahami Perbedaan Dasar: Kontrol vs Otomatisasi

Sebelum kita masuk lebih dalam, mari kita pahami karakteristik masing-masing kampanye ini.

Performance Max: Mesin Otomatis yang Cerdas

Performance Max adalah kampanye yang sangat mengandalkan kecerdasan buatan Google. Sistem ini secara otomatis membangun iklan dari aset yang Anda unggah, kemudian menguji dan mengombinasikannya untuk menemukan kombinasi terbaik. Keunggulannya? Skala yang besar dan efisiensi waktu.

Namun, ada tantangan: kurangnya transparansi dan kontrol manual. Bayangkan seperti menyerahkan kendali mobil Anda ke sistem autopilot – nyaman, tapi Anda tidak bisa mengatur detail perjalanannya.

Contoh praktis: Sebuah brand fitness bisa membuat beberapa grup aset berdasarkan kategori produk – satu untuk legging, satu untuk shorts, dan satu lagi untuk vest. Meskipun struktur ini membantu mengarahkan konten ke audiens yang relevan, kontrol sebenarnya tetap terbatas.

Baca Juga  Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM Batik Indonesia

Demand Gen: Kendali Penuh di Tangan Anda

Di sisi lain, Demand Gen memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar. Anda bisa mengunggah, melihat pratinjau, dan mengedit kombinasi iklan sebelum diluncurkan. Setiap kreatif bisa disesuaikan untuk placement yang berbeda.

Contoh konkret: Anda bisa mengupload iklan YouTube terpisah untuk in-feed, in-stream, dan Shorts. Level kontrol ini ideal untuk brand e-commerce yang menghargai presisi kreatif, pengujian pesan, dan menjaga identitas visual yang kuat.

Statistik menunjukkan bahwa 68% marketer melaporkan peningkatan kualitas lead ketika mereka memiliki kontrol lebih besar atas targeting audiens dan kreatif iklan.

Sinergi Sempurna: Bagaimana Demand Gen dan Performance Max Bekerja Bersama

Ini adalah bagian yang paling menarik. Demand Gen dan Performance Max sebenarnya bukan pesaing, melainkan partner yang saling melengkapi dalam perjalanan pelanggan.

Peran Demand Gen: Membangun Awareness dan Minat

Demand Gen berfokus pada bagian atas funnel (top of funnel) – membangun kesadaran dan minat dengan melibatkan audiens yang belum aktif mencari produk. Bayangkan ini seperti memperkenalkan produk Anda di pameran atau acara sosial.

Contoh nyata: Sebuah retailer fitness menggunakan Demand Gen untuk menjangkau calon pelanggan dengan video lifestyle dan iklan discovery yang menampilkan koleksi activewear terbaru mereka. Iklan ini muncul di YouTube, Gmail, Discover, dan Shorts – tempat di mana orang sedang bersantai atau mencari inspirasi.

Peran Performance Max: Mengkonversi yang Siap Beli

Sementara itu, Performance Max fokus pada bagian bawah funnel (bottom of funnel) – mengkonversi pengguna yang sudah menunjukkan niat beli. Ketika pengguna mulai melakukan riset atau menunjukkan tanda-tanda ingin membeli, Performance Max mengambil alih dengan penempatan Shopping dan Search yang tepat.

Strategi Hybrid untuk Hasil Maksimal

Anda juga bisa menyiapkan kampanye PMax feed-only, di mana Anda hanya menyediakan product feed dalam grup aset. Ini membatasi aktivitas PMax hanya pada penempatan Shopping, menjaga fokus pada peluang konversi langsung.

Sementara itu, Demand Gen berjalan di YouTube, Gmail, Discover, dan Shorts, mencakup upper dan mid-funnel dengan kreatif yang lebih visual dan berbasis awareness.

Setup ini membantu meminimalkan tumpang tindih antara jenis kampanye sekaligus memastikan Anda menjangkau pengguna di seluruh funnel, dari discovery brand hingga pembelian akhir.

Transformasi Besar: Bagaimana Google Mengubah Kampanye Visual

Perubahan signifikan terjadi pada Juli 2025 ketika Video Action Campaigns (VACs) digantikan oleh Demand Gen. Update ini menyatukan penempatan visual Google dalam satu jenis kampanye, termasuk YouTube in-stream, Shorts, in-feed, Gmail, dan Discover.

Baca Juga  X Platform Elon Musk Luncurkan 'Smart Cashtags' untuk Crypto: Revolusi atau Respons Kritik?

Ini adalah pergeseran besar. VAC sebelumnya berkinerja baik untuk e-commerce, terutama untuk video yang fokus pada konversi. Penggantian ini jelas mendorong advertiser menuju Demand Gen.

Sisi positifnya? Demand Gen menawarkan kontrol kreatif yang lebih kuat dan lebih banyak opsi pengujian di berbagai penempatan YouTube. Jika Anda sebelumnya menjalankan VAC, kampanye tersebut sekarang berada di bawah Demand Gen.

Tips penting: Pastikan aset dan audiens terbaik Anda bermigrasi dengan benar, lalu gunakan kontrol baru untuk menyempurnakan performa.

Area Kontrol Utama yang Didapat dari Demand Gen

1. Targeting Audiens yang Presisi

Kontrol audiens adalah salah satu keunggulan terbesar Demand Gen. Dengan Demand Gen, Anda bisa membangun dan mengelola audiens secara langsung, memilih tepat siapa yang melihat iklan Anda.

Yang lebih menarik: Demand Gen adalah satu-satunya jenis kampanye Google Ads yang mendukung lookalike audiences. Ini membantu Anda menjangkau pelanggan baru yang mirip dengan konverter terbaik Anda. Untuk brand yang fokus pada kualitas akuisisi, ini adalah kemenangan besar.

Performance Max menggunakan sinyal audiens daripada targeting tetap – baik untuk skala tetapi membatasi presisi. Jika Anda menghargai kontrol, pengujian, dan segmentasi, Demand Gen adalah pemenang jelas untuk strategi audiens.

2. Kontrol Channel yang Fleksibel

Pada Juni 2025, Google meluncurkan beta terbuka yang memungkinkan advertiser untuk secara manual memilih keluar dari channel Demand Gen tertentu. Artinya, Anda bisa memilih di mana iklan Anda muncul.

Contoh: Anda bisa mengecualikan Discover atau YouTube Shorts jika tidak sesuai dengan goals atau format kreatif Anda. Update kecil ini memberikan advertiser lebih banyak kontrol – sesuatu yang hilang dari banyak jenis kampanye otomatis Google.

3. Integrasi Product Feed yang Powerfull

Awal 2025, Google memperkenalkan integrasi product feed untuk kampanye Demand Gen, memungkinkan advertiser menghubungkan Google Merchant Center feed mereka dan menarik data produk langsung ke iklan visual.

Untuk e-commerce, ini menjembatani kesenjangan antara performance dan branding. Anda bisa menceritakan kisah melalui kreatif lifestyle sambil tetap menampilkan produk nyata.

Contoh praktis: Sebuah retailer fashion mungkin mempromosikan koleksi baru dalam iklan video sambil menampilkan kartu produk yang bisa dibeli di bawahnya. Update ini membuat Demand Gen terasa seperti hybrid sejati antara Shopping dan Display.

Baca Juga  Pengaturan Tersembunyi Google Ads yang Bisa Mengubah Kreatif Iklan Anda: Panduan Lengkap untuk Kontrol Brand

Strategi Budgeting yang Cerdas untuk Demand Gen

Demand Gen biasanya membutuhkan investasi lebih besar daripada jenis kampanye lainnya. Google merekomendasikan memulai sekitar £100 per hari per kampanye, atau 20 kali target CPA/tROAS Anda, mana yang lebih tinggi.

Dalam praktiknya, baseline £100-per-hari adalah titik awal yang masuk akal untuk pembelajaran yang berarti. Angka yang lebih rendah seringkali membatasi aliran data dan memperlambat optimasi.

Penting diingat: Demand Gen harus diperlakukan sebagai bagian dari mix Google Ads yang lebih luas, bukan pengganti Search atau PMax. Ini adalah jenis kampanye yang lebih premium, dipimpin visual, terbaik untuk mendorong awareness yang mengkonversi – terutama ketika Anda sudah memiliki pengukuran yang andal, product feed yang bersih, dan audiens yang terdefinisi.

Perbandingan Head-to-Head: Demand Gen vs Performance Max

Mari kita lihat perbandingan langsung di area yang paling penting bagi advertiser:

  • Audiens: Pemenang: Demand Gen – Pembangunan audiens manual dan kontrol penempatan
  • Placements: Seri – PMax mencakup Search dan Shopping (berorientasi konversi), sementara Demand Gen mencakup penempatan visual
  • Reporting: Pemenang: Demand Gen – Transparansi lebih besar dan insight level kreatif
  • Kontrol Kreatif: Pemenang: Demand Gen – Pratinjau dan editing penuh iklan sebelum peluncuran
  • Kontrol Umum: Pemenang: Demand Gen – Ideal untuk advertiser yang ingin menguji dan mengoptimasi secara manual
  • Goals: Seri – Masing-masing memiliki peran berbeda dalam funnel; keduanya berharga ketika selaras

Strategi Final: Demand Gen Menciptakan Demand, Performance Max Menangkapnya

Performance Max melakukan heavy lifting untuk skala, tetapi bisa terasa seperti black box. Demand Gen memberi advertiser kontrol yang kita minta selama ini: pengujian kreatif yang genuine, presisi audiens, dan visibilitas penempatan.

Jika Anda ingin menumbuhkan penjualan e-commerce dengan cara yang lebih terukur dan dipimpin brand, mulailah menjalankan keduanya.

Rumus sederhana: Performance Max menangkap demand. Demand Gen menciptakannya. Digunakan bersama, mereka membentuk framework lengkap untuk pertumbuhan yang scalable dan sustainable.

Kesimpulan dan Langkah Awal

Untuk akun yang lebih besar dengan fleksibilitas budget, struktur dual ini mendorong performa full-funnel dan atribusi yang lebih jelas. Untuk akun yang lebih kecil, di mana efisiensi adalah kunci, biasanya yang terbaik adalah menguasai kampanye high-intent terlebih dahulu dan menambahkan Demand Gen setelah konversi inti stabil.

Campuran jenis kampanye ini berarti advertiser sekarang memiliki lebih banyak fleksibilitas daripada sebelumnya, tetapi juga membutuhkan pemahaman tentang bagaimana Google membentuk ulang produk video dan discovery-nya.

Langkah praktis untuk memulai:

  • Mulailah dengan mengoptimalkan Performance Max Anda terlebih dahulu
  • Siapkan product feed yang bersih dan terorganisir
  • Identifikasi audiens target utama Anda
  • Alokasikan budget awal untuk Demand Gen (mulai dengan £100/hari atau setara)
  • Buat kreatif yang sesuai untuk setiap platform (YouTube, Discover, Gmail)
  • Monitor performa dan sesuaikan strategi berdasarkan data

Ingat, kombinasi yang tepat antara kontrol dan otomatisasi adalah kunci sukses di dunia e-commerce modern. Dengan Demand Gen dan Performance Max bekerja bersama, Anda tidak hanya menjual produk – Anda membangun brand yang berkelanjutan.

Selamat mencoba strategi baru Anda, dan semoga penjualan online Anda semakin melesat!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply