Saya sering sekali melihat di media sosial, orang-orang mengunggah foto sedang duduk di pinggir jendela dengan latar belakang gunung bersalju, lalu menulis keterangan foto: “Switzerland is a dream.” Ya, memang pemandangan itu sangat indah, saya tidak memungkirinya. Namun masalahnya, untuk ke sana itu kerumitannya luar biasa. Kamu harus mengurus visa, membeli tiket pesawat yang harganya bisa setara dengan uang muka mobil, hingga harus belajar bahasa yang lidah kita sendiri sulit mengejanya.
Padahal, jika kamu mau sedikit membuka mata (dan membuka Google Maps), di Magelang ada satu tempat yang auranya tidak kalah magis. Kamu tidak butuh paspor, tidak butuh jaket tebal berbulu, kamu hanya butuh niat untuk bangun lebih pagi.
Jujur, saya baru sadar bahwa ada tempat yang membuat saya merasa seperti sedang syuting film fantasi di atas awan. Namanya Kedai Bukit Rhema. Dan percayalah, ini bukan sekadar tempat makan, melainkan tempat pelarian dari kebisingan kota yang paling masuk akal bagi saya.
Bayangkan kamu bangun jam 4 pagi, udara masih sangat dingin hingga napas kamu mengeluarkan uap. Kamu naik ke sebuah bukit, dan saat kamu sampai di atas, kamu tidak melihat aspal atau gedung-gedung beton. Kamu melihat hamparan awan putih yang menutupi lembah, dengan siluet Candi Borobudur yang muncul malu-malu di kejauhan.
Di saat itu, kamu pasti akan berpikir: “Mengapa saya harus jauh-jauh ke Eropa jika di Jawa Tengah saja ada yang seindah ini?”
Ngopi di atas awan itu bukan cuma kiasan. Di Kedai Bukit Rhema, kamu benar-benar merasakan posisi kamu lebih tinggi dari kabut pagi. Rasanya seperti menjadi anggota pahlawan super yang sedang rapat di markas rahasia, namun bedanya, senjata kamu bukan perisai baja, melainkan secangkir kopi panas dan sepiring singkong goreng.
Lokasi Kedai Bukit Rhema: Dekat Tapi Berasa “Jauh”
Salah satu hal yang paling saya hargai dari sebuah tempat wisata adalah aksesibilitasnya. Saya paling malas jika diminta ke tempat bagus tapi harus berjalan kaki lima jam mendaki gunung melewati lembah seperti karakter di kartun zaman dulu.
Kedai Bukit Rhema ini lokasinya sangat strategis. Kedai ini berada di kawasan perbukitan Rhema, Desa Karangrejo, Magelang. Jika kamu berangkat dari Candi Borobudur, jaraknya cuma sekitar 2 kilometer. Dekat sekali, bukan? Ibaratnya kamu baru saja ingin mendengarkan satu album lagu favorit, eh, ternyata kamu sudah sampai di lokasi.
Meskipun letaknya sangat dekat dari pusat keramaian Borobudur, begitu kamu sampai di atas, suasananya berubah total. Kebisingan klakson bus pariwisata menghilang, digantikan oleh suara burung dan gesekan daun pohon jati. Lokasinya yang ada di ketinggian membuat kedai ini memiliki pandangan 360 derajat yang luar biasa. Kamu bisa melihat Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, hingga Sindoro jika cuaca sedang bersahabat. Saya rasa, jika kamu sedang memiliki banyak pikiran atau drama di tempat kerja, datang ke sini bisa membuat kamu lupa sejenak. Inilah definisi ketenangan yang sesungguhnya.
Baca Juga : Experience MemBatik Di Magelang yang Wajib Kamu Coba!
Menu Kedai Bukit Rhema: Dari Rekomendasi Ria SW Sampai Kopi Cinta

Saya selalu berpendapat bahwa tempat yang bagus tanpa makanan yang enak itu seperti menonton film horor tapi lampunya menyala: kita tidak akan mendapatkan suasananya. Untungnya, Kedai Bukit Rhema tidak hanya sekadar menjual pemandangan.
Ayam Bakar Nusantara yang Legendaris
Saya mengetahui tempat ini salah satunya karena Ria SW. Kamu pasti tahu, jika seorang Ria SW sudah mengatakan sebuah makanan itu enak, berarti kualitasnya memang tidak perlu diragukan. Beliau sempat mengulas Ayam Bakar Nusantara di sini. Dan benar saja, saat saya mencobanya, bumbunya sangat berani. Meresap hingga ke tulang, rasanya perpaduan manis-gurih khas Jawa namun dengan tendangan rempah yang kuat. Menikmati ayam ini sambil menatap kabut pagi adalah definisi “makan mewah” dalam arti yang berbeda bagi saya.
Ketan Nangka: Si Manis yang Bikin Nagih
Selain ayam bakar, ada satu kudapan yang wajib sekali kamu pesan: Ketan Nangka. Perpaduan antara ketan yang pulen, siraman santan yang gurih, dan potongan nangka yang manis itu… sangat sempurna. Ini adalah tipe makanan yang membuat kamu ingin menambah lagi padahal perut kamu sudah memberi sinyal untuk berhenti.
Kopi Cinta dan Kopi Gula Aren
Berbicara soal “ngopi di atas awan”, tidak lengkap jika tidak membahas kopinya. Mereka memiliki menu andalan yang namanya Kopi Cinta. Saya tidak tahu pasti mengapa namanya demikian, mungkin karena yang membuatnya sedang jatuh cinta, atau mungkin karena sekali kamu meminumnya, kamu akan jatuh cinta pada rasanya.
Kopi ini memiliki karakter yang kuat namun tidak membuat jantung kamu berdebar kencang. Bagi kamu yang lebih menyukai rasa manis, Kopi Gula Aren-nya juga sangat juara. Perpaduan pahit kopi lokal dengan manisnya gula aren yang otentik sangat pas untuk menemani udara dingin Magelang. Jujur, minum kopi di sini membuat saya merasa seperti sedang berada di dalam sebuah iklan televisi yang sangat estetis.
Experience di Kedai Bukit Rhema: Lebih dari Sekadar Makan
Satu hal yang membuat Kedai Bukit Rhema berbeda dari kafe-kafe di pusat kota adalah pengalaman yang ditawarkannya. Di sini, kamu tidak hanya duduk, memesan, makan, lalu pulang. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan yang akan membuat memori kamu penuh (begitu juga dengan memori ponsel kamu).
Sunrise yang Menenangkan
Wisatawan biasanya datang ke Borobudur untuk melihat matahari terbit. Namun jika kamu menginginkan sudut pandang yang berbeda, kamu harus mencoba melihat sunrise dari Bukit Rhema. Cahaya matahari yang perlahan muncul dari balik gunung itu terasa sangat magis. Perubahan warna langit dari gelap menuju jingga, lalu menyinari stupa-stupa Borobudur di bawah sana… wah, itu adalah momen yang membuat saya merinding karena saking indahnya.
Berkeliling Menggunakan VW Borobudur
Nah, ini adalah bagian yang paling ikonik. Jika kamu ingin bergaya sedikit, kamu bisa menyewa VW Safari Borobudur. Mobil-mobil klasik dengan warna-warna cerah ini akan membawa kamu berkeliling desa-desa wisata di sekitar Borobudur, termasuk mampir ke Kedai Bukit Rhema. Naik mobil dengan atap terbuka, merasakan angin sepoi-sepoi, sambil melambaikan tangan ke warga lokal… rasanya seperti menjadi bangsawan tahun 70-an yang sedang melakukan inspeksi wilayah. Sangat seru untuk berfoto!

Edukasi Membatik
Saya sempat terkejut saat mengetahui di sini tersedia spot untuk membatik. Saya kira itu hanya untuk anak sekolah yang sedang melakukan wisata edukasi, namun ternyata wisatawan umum pun bisa mencobanya. Saya mencobanya sendiri, dan ternyata memegang canting itu tidak semudah yang terlihat di televisi. Namun, ada kepuasan tersendiri saat kamu berhasil membentuk pola di atas kain. Ini adalah cara yang sangat bagus untuk mengenal budaya kita dengan cara yang menyenangkan.

Saran Saya Sebelum Kamu Berkunjung
Kedai Bukit Rhema ini semakin hari semakin ramai, apalagi saat akhir pekan. Jadi, saran saya yang paling tulus adalah: Lakukan reservasi terlebih dahulu. Jangan sampai kamu sudah berdandan rapi, sudah menyiapkan keterangan foto yang puitis, namun saat sampai di sana tempatnya penuh dan kamu tidak mendapatkan spot di pinggir jendela yang populer itu.
Jika kamu ingin bertanya mengenai paket matahari terbit, penyewaan VW, atau ingin memesan meja untuk rombongan keluarga maupun kantor, langsung saja hubungi adminnya. Orangnya sangat ramah, namanya Dinda.
Kontak Admin: 085725779520 (An Dinda)
Kamu tidak perlu menunggu tabungan kamu cukup untuk pergi ke Swiss demi merasakan sensasi ngopi di atas awan. Magelang memiliki semuanya. Di Kedai Bukit Rhema, kamu mendapatkan alamnya, mendapatkan kulinernya (terima kasih kepada Ria SW atas rekomendasinya!), dan tentu saja mendapatkan ketenangannya.
Satu hal yang pasti: pulang dari sini, kamu tidak hanya membawa perut yang kenyang, tetapi juga membawa cerita tentang betapa indahnya Indonesia jika kita mau sedikit mendaki ke atas bukit.
Sampai bertemu di atas awan!



