Mengapa Pengukuran PR Sering Gagal di Lapangan?
Sebagai profesional PR di Indonesia, pasti kamu pernah mengalami situasi frustrasi ini: sudah berhasil mendapatkan liputan media yang bagus, tapi ketika ditanya atasan “Bagaimana dampaknya untuk bisnis?”, kamu bingung menjawabnya. Kamu tidak sendirian. Menurut survei terbaru dari Asosiasi PR Indonesia, 78% profesional PR mengaku kesulitan mengukur dampak nyata dari kampanye mereka.
Masalahnya kompleks: anggaran terbatas, tidak ada staf analitik khusus, tim yang terpisah-pisah, dan prioritas yang saling bersaing membuat sulit menghubungkan outreach media dengan hasil bisnis yang nyata. Tapi ada solusinya: kolaborasi dengan tim SEO, PPC, dan digital marketing.
Komunikasi Digital Tidak Linear – Pengukurannya Juga Tidak Boleh Linear
Salah satu alasan utama pengukuran PR gagal adalah asumsi kuno bahwa komunikasi mengikuti garis lurus: pesan → media → liputan → dampak. Kenyataannya, komunikasi digital modern berperilaku seperti lingkaran. Audiens menemukan konten melalui pencarian, media sosial, jawaban AI, dan liputan media – seringkali dalam urutan yang tidak terduga.
Mereka berpindah-pindah antar saluran sebelum mengambil tindakan, jika mereka mengambil tindakan sama sekali. Itulah mengapa pengukuran harus dimulai dengan mendefinisikan respons yang dicari, bukan dengan menghitung output semata.
Mengadopsi Pola Pikir SEO dan PPC
Profesional SEO dan PPC sudah terbiasa dengan cara berpikir ini. Pekerjaan mereka dinilai bukan hanya dari impresi, tapi dari apa yang dilakukan pengguna setelah terpapar: mencari, mengklik, berlangganan, mengunduh, atau melakukan konversi.
Pengukuran PR menjadi jauh lebih actionable ketika mengadopsi pola pikir yang sama. Menurut data dari Digital Marketing Indonesia, kampanye PR yang terintegrasi dengan SEO menghasilkan 3x lebih banyak konversi dibandingkan kampanye PR tradisional.
Langkah 1: Menunjukkan Hubungan antara Outreach Media dan Tindakan Pelanggan
Tim PR sering ditanya pertanyaan yang membuat frustrasi oleh eksekutif: “Liputannya bagus – tapi apa dampak nyatanya?” Jawabannya biasanya ada dalam data. Hanya saja data tersebut tersebar di berbagai sistem yang dimiliki oleh tim yang berbeda.
Data yang Sudah Dilacak Tim SEO dan Paid Media
- Permintaan pencarian branded dan non-branded
- Perilaku di landing page
- Jalur konversi
- Konversi yang dibantu berbagai saluran
Dengan mengintegrasikan aktivitas PR ke dalam ekosistem pengukuran ini, tim dapat menghubungkan earned media dengan perilaku pengguna selanjutnya.
Contoh Praktis yang Bisa Kamu Terapkan
- Peningkatan pencarian branded setelah placement media utama. Contoh: setelah liputan di Kompas atau Detik, cek apakah pencarian nama brand meningkat 40-60%.
- Traffic referral dari earned links dan bagaimana perilaku pengunjung tersebut dibandingkan dengan sumber lain.
- Peningkatan konversi atau sign-up setelah muncul di publikasi otoritatif seperti Forbes Indonesia atau CNBC Indonesia.
- Assisted conversions di mana eksposur media mendahului klik pencarian atau paid.
Tools seperti Google Analytics 4, Adobe Analytics, dan Piplik PRO membuat ini feasible – bahkan untuk tim kecil – dengan memungkinkan touchpoint PR dianalisis bersama data SEO dan PPC.
Langkah 2: Menggabungkan SEO ke dalam Pengukuran PR – Lalu Melangkah Lebih Jauh dengan GEO
Kebanyakan profesional komunikasi sekarang menerima bahwa SEO penting. Yang kurang dipahami adalah bagaimana mengukurnya dalam konteks PR – dan bagaimana pengukuran itu berubah.
Metrik PR Tradisional vs. SEO-Informed PR
Metrik PR Tradisional:
- Volume liputan
- Share of voice
- Sentimen
PR dengan Pendekatan SEO menambahkan indikator outcome-level:
- Otoritas domain yang memberikan link, bukan hanya jumlah link
- Visibilitas untuk topik prioritas, bukan hanya mention brand
- Pertumbuhan permintaan pencarian yang terkait dengan kampanye atau pengumuman
Metrik-metrik ini menjawab pertanyaan yang lebih strategis: “Apakah liputan ini meningkatkan discoverability jangka panjang kita?”
Memahami GEO (Generative Engine Optimization)
Ketika audiens beralih dari hasil pencarian blue-link ke platform AI konversasional, pengukuran harus berevolusi lagi. Generative engine optimization (juga disebut answer engine optimization) berfokus pada apakah kontenmu menjadi sumber untuk jawaban yang dihasilkan AI – bukan hanya hasil yang ter-ranking.
Untuk tim PR dan komunikasi, ini adalah ekstensi natural dari credibility building:
- Apakah organisasimu dikutip oleh sistem AI sebagai sumber otoritatif?
- Apakah ringkasan yang dihasilkan AI mencerminkan pesan kunci dengan akurat?
- Apakah kompetitor yang membentuk narasi?
Tools seperti Profound, Semrush AI Visibility Toolkit, dan Conductor’s AI Visibility Snapshot sekarang memberikan visibility awal ke dalam lapisan pengukuran pencarian yang baru muncul ini.
Langkah 3: Memilih Tools Berdasarkan Respons yang Dicari – Bukan yang Lagi Tren
Salah satu alasan pengukuran terasa overwhelming adalah kelebihan tools. Solusinya bukan lebih banyak software – tapi alignment yang lebih baik antara goals dan tools.
Framework yang Berguna: Bekerja Mundur dari Tindakan yang Diinginkan
Jika respons yang dicari adalah awareness atau understanding:
- Brand lift studies (dari Google, Meta, dan Nielsen) mengukur perubahan awareness, favorability, dan message association.
- Tools ini membantu tim PR mendemonstrasikan dampak di luar reach mentah.
Jika respons yang dicari adalah engagement atau behavior:
- Web dan campaign analytics melacak event kunci seperti downloads, sign-ups, atau kunjungan ke halaman prioritas.
- User behavior tools seperti heatmaps dan session recordings mengungkap apakah konten benar-benar membantu pengguna menyelesaikan tugas.
Jika respons yang dicari adalah long-term influence:
- SEO visibility metrics menunjukkan apakah liputan meningkatkan authority dan topic ownership.
- GEO tools mengungkap apakah sistem AI mengenali dan menggunakan ulang kontenmu.
Mengapa Kolaborasi Mengalahkan Reinvention
Tim PR tidak perlu menjadi ahli SEO dalam semalam. Dan tim SEO tidak perlu menguasai media relations. Yang diperlukan adalah shared ownership of outcomes.
Manfaat Kolaborasi Tim PR, SEO, dan PPC
- PR menginformasikan SEO tentang prioritas narasi dan kampanye yang akan datang
- SEO menyediakan data untuk PR tentang permintaan audiens dan perilaku pencarian
- Tim PPC memvalidasi pesan dengan menguji apa yang benar-benar mendorong tindakan
- Pengukuran menjadi kumulatif, bukan kompetitif
Ini mengurangi duplikasi, menghemat anggaran, dan menghasilkan insights yang tidak bisa dihasilkan oleh tim manapun sendirian.
Pengukuran Bukan Tentang Membuktikan Nilai – Tapi Meningkatkannya
Tujuan pengukuran PR bukan untuk membenarkan anggaran setelah fakta. Ini tentang membuat keputusan yang lebih cerdas sebelum kampanye berikutnya diluncurkan.
Dengan mengintegrasikan SEO dan GEO ke dalam program pengukuran PR, profesional komunikasi akhirnya dapat menutup lingkaran antara outreach media dan dampak dunia nyata – tanpa meninggalkan prinsip yang sudah mereka ketahui.
Statistik Penting untuk Diingat
- Kampanye PR yang terintegrasi dengan SEO menghasilkan 67% lebih banyak traffic organik
- Perusahaan yang mengukur dampak PR secara komprehensif memiliki 45% lebih tinggi ROI pada kampanye marketing
- 83% profesional marketing di Indonesia mengaku kesulitan mengukur ROI PR secara akurat
- Brand yang aktif di GEO mendapatkan 3x lebih banyak visibility di platform AI seperti ChatGPT dan Gemini
Kesimpulan: Mulai Sekarang, Jangan Tunggu Sempurna
Tim yang mulai bereksperimen sekarang – terutama dengan pengukuran PR berbasis SEO dan GEO – akan memiliki keunggulan yang terukur. Mereka yang menunggu framework “sempurna” atau standar universal mungkin akan menemukan diri mereka perlu menjelaskan mengapa mereka membuat “transisi karier” atau “menjelajahi peluang baru”.
Lebih baik belajar bagaimana mengukur, mengevaluasi, dan melaporkan hasil komunikasi secara efektif daripada mencoba belajar eufemisme untuk menjadi korban rightsizing, restructuring, atau reduction in force.
Teorinya tidak berubah. Peluang untuk mengukur apa yang penting akhirnya menyusul. Mulailah dengan langkah kecil: jadwalkan pertemuan dengan tim SEO minggu depan, minta akses ke Google Analytics, dan mulai lacak setidaknya satu metrik yang menghubungkan PR dengan hasil bisnis. Hasilnya akan membuatmu terkejut – dan membuat atasanmu terkesan.



