Mengapa Biaya Iklan Google Anda Terus Naik? Mungkin Ini Penyebabnya
Jika Anda merasa biaya per klik (CPC) di Google Ads terus merangkak naik, jangan buru-buru menyalahkan strategi penawaran, anggaran, atau bahkan pesaing Anda. Bisa jadi, Anda sedang mengalami masalah yang lebih mendasar: kualitas iklan yang rendah.
Menurut data dari WordStream, iklan dengan Quality Score 7-10 mendapatkan diskon CPC hingga 50% dibandingkan dengan iklan yang memiliki Quality Score 1-3. Artinya, dengan meningkatkan Quality Score dari 3 ke 8, Anda bisa menghemat biaya iklan hingga 400%!
Dalam artikel ini, kita akan membongkar metrik paling fundamental — dan paling sering disalahpahami — di akun Google Ads Anda. Jika Anda ingin berhenti membayar mahal ke Google dan mulai memenangkan lelang berdasarkan merit, Anda perlu memahami bagaimana Quality Score 1-10 benar-benar bekerja.
Quality Score vs Ad Strength vs Optimization Score: Mana yang Penting?
Sebelum kita menyelam lebih dalam, mari kita klarifikasi kebingungan yang umum terjadi. Google menunjukkan banyak “skor” dan “diagnostik,” dan Anda bisa dengan aman mengabaikan sebagian besar dari mereka. Quality Score adalah pengecualian.
Ad Strength: Hanya Checklist Best Practice
Ad Strength adalah diagnostik tingkat iklan. Ini memeriksa apakah iklan responsif Anda mengikuti praktik terbaik, seperti memiliki cukup headline dan deskripsi. Ini tidak berdampak sama sekali pada performa lelang. Iklan dengan Ad Strength “Excellent” belum tentu lebih murah atau lebih efektif daripada iklan dengan rating lebih rendah.
Optimization Score: Metrik Penjualan Google
Optimization Score adalah metrik penjualan. Ini mengukur berapa banyak rekomendasi Google yang telah Anda tinjau. Ini tidak mencerminkan performa kampanye yang sebenarnya. Skor 100% hanya berarti Anda telah mengikuti semua saran Google — belum tentu bahwa kampanye Anda berjalan optimal.
Quality Score: Fondasi Performa Iklan Anda
Quality Score berbeda. Ini adalah fondasi. Diagnostik tingkat kata kunci ini merangkum kualitas iklan Anda. Bersama dengan penawaran Anda, ini menentukan Ad Rank. Ad Rank menentukan apakah iklan Anda muncul sama sekali, di mana posisinya di SERP, dan berapa biaya per klik yang Anda bayar.
Rumusnya sederhana: Ad Rank = harga × kualitas. Skor 1–10 yang Anda lihat hanyalah ringkasan, tetapi ini mencerminkan perhitungan kualitas real-time yang dijalankan Google pada setiap pencarian.
Menyiapkan Dashboard: Cara Menemukan Quality Score Anda
Anda tidak bisa memperbaiki apa yang tidak bisa Anda lihat. Untuk memulai, buka laporan Keywords di Google Ads dan tambahkan empat kolom ini:
- Quality Score
- Exp. CTR (Expected Click-Through Rate)
- Ad Relevance
- Landing Page Exp. (Landing Page Experience)
Ketika menganalisis Quality Score, jangan menilai kata kunci secara terpisah. Anda akan menjadi gila. Sebagai gantinya, cari pola di tingkat ad group.
Jika sebagian besar kata kunci memiliki Quality Score 7 atau lebih tinggi, Anda dalam kondisi baik. Jika sebagian besar berada di 5 atau di bawah, itu adalah sinyal untuk Anda menggulung lengan baju dan meningkatkan kualitas iklan.
Statistik menarik: Menurut penelitian dari Search Engine Journal, hanya 7% kata kunci yang memiliki Quality Score 10, sementara 18% berada di skor 1-3. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan advertiser masih berjuang dengan kualitas iklan.
Tiga Komponen Inti Quality Score dan Cara Memperbaikinya
1. Ad Relevance: “Kesesuaian Pesan”
Ini adalah satu-satunya bagian dari Quality Score yang sepenuhnya dalam kendali Anda. Ini mengajukan satu pertanyaan sederhana: Apakah kata kunci cocok dengan iklan dan halaman landing?
Jika relevansi iklan Anda umumnya “Below average,” perbaikan tercepat adalah Dynamic Keyword Insertion (DKI). Ini secara otomatis memasukkan kata kunci Anda ke dalam teks iklan. Jika Anda lebih suka pendekatan manual, pastikan kata kunci di ad group benar-benar muncul di kedua salinan iklan dan halaman landing.
Contoh praktis: Jika Anda menjual “sepatu lari pria,” pastikan iklan Anda menyebutkan “sepatu lari” dan halaman landing Anda khusus untuk sepatu lari pria, bukan sepatu secara umum.
2. Landing Page Experience: “Pengalaman Pengguna”
Ketika Google mengirim pengguna ke situs Anda, apakah mereka menemukan apa yang mereka cari? Atau apakah mereka langsung kembali ke Google setelah dua detik untuk mencari hasil yang lebih baik?
Jika skor pengalaman halaman landing Anda rendah, mulai dengan alat PageSpeed Insights. Rating “Below average” sering menunjukkan waktu muat yang lambat, pengalaman mobile yang buruk, konten generik, navigasi yang lemah, atau semua hal di atas.
Fakta penting: Menurut Google, halaman yang memuat dalam 3 detik memiliki bounce rate 32% lebih rendah daripada halaman yang memuat dalam 5 detik. Dan untuk setiap detik penundaan, konversi turun 7%!
3. Expected CTR: “Kontes Popularitas”
Google hanya menghasilkan uang ketika pengguna mengklik, jadi mereka mendukung iklan yang paling mungkin diklik orang.
Jika expected CTR Anda tertinggal, mulai dengan penelitian kompetitif:
- Cek Auction Insights untuk melihat siapa yang Anda lawan
- Expected CTR “Below average” berarti iklan pesaing mendapatkan click-through rate yang lebih tinggi daripada Anda
- Kunjungi Google Ads Transparency Center dan tinjau iklan pesaing Anda
- Apakah penawaran mereka lebih menarik?
- Apakah salinan mereka lebih bisa diklik?
- Pinjam apa yang berhasil dan perbarui iklan Anda sendiri
Jika iklan Anda bagus tetapi CTR masih rendah, tinjau laporan Search terms. Anda mungkin muncul untuk kueri yang tidak relevan, yang menjelaskan mengapa pengguna tidak mengklik iklan yang sebenarnya bagus.
Strategi Lanjutan untuk Meningkatkan Quality Score
Segmentasi Ad Group yang Lebih Ketat
Salah satu kesalahan terbesar advertiser adalah menggabungkan terlalu banyak kata kunci dalam satu ad group. Buat ad group yang sangat spesifik dengan 5-20 kata kunci yang sangat relevan. Semakin spesifik ad group, semakin mudah untuk membuat iklan yang sangat relevan.
Penggunaan Extensions yang Optimal
Extension (ekstensi iklan) tidak secara langsung mempengaruhi Quality Score, tetapi mereka meningkatkan CTR — yang pada gilirannya meningkatkan Expected CTR. Gunakan semua extension yang relevan:
- Sitelink extensions untuk menautkan ke halaman spesifik
- Callout extensions untuk menyoroti keunggulan
- Structured snippet extensions untuk menampilkan fitur produk
- Call extensions untuk bisnis lokal
Negative Keywords: Senjata Rahasia Anda
Menambahkan negative keywords secara teratur dapat meningkatkan relevansi dan CTR secara signifikan. Jika Anda menjual “sepatu lari premium,” tambahkan “murah” atau “bekas” sebagai negative keyword untuk menghindari klik yang tidak relevan.
Apa Target Quality Score yang Realistis?
Saya akan jujur: mengejar Quality Score 10/10 di mana-mana adalah buang-buang waktu. Itu tidak realistis dan biasanya tidak perlu.
Sebagai gantinya, lakukan pemeriksaan cepat setiap beberapa bulan. Temukan satu atau dua ad group dengan Quality Score lebih rendah, identifikasi komponen yang paling “Below Average,” dan perbaiki itu terlebih dahulu.
Target yang realistis:
- Quality Score 7-10: Pertahankan dan optimalkan lebih lanjut
- Quality Score 5-6: Fokus pada perbaikan komponen terlemah
- Quality Score 1-4: Pertimbangkan untuk menghentikan atau merevisi secara total
Studi Kasus: Bagaimana Meningkatkan Quality Score Menurunkan CPC 60%
Sebuah perusahaan e-commerce fashion lokal mengalami CPC rata-rata Rp 5.000 dengan Quality Score 3-4. Setelah menerapkan strategi berikut selama 3 bulan:
- Membagi 5 ad group besar menjadi 25 ad group spesifik
- Mengimplementasikan DKI untuk semua iklan
- Mengoptimalkan kecepatan halaman landing dari 8 detik menjadi 2,5 detik
- Menambahkan 200+ negative keywords
Hasilnya? Quality Score meningkat menjadi 7-8, dan CPC turun menjadi Rp 2.000 — penghematan 60% dengan volume klik yang sama!
Kesimpulan: Quality Score adalah Investasi, Bukan Beban
Meningkatkan kualitas iklan membutuhkan lebih banyak usaha daripada menaikkan anggaran atau penawaran. Tetapi ini terbayar dengan lebih banyak klik dengan biaya yang sama — atau bahkan lebih rendah.
Ingat: Google ingin memberikan pengalaman terbaik kepada penggunanya. Jika iklan Anda relevan, halaman landing Anda cepat dan berguna, dan pengguna cenderung mengklik iklan Anda — Google akan memberi hadiah dengan posisi yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah.
Mulailah dengan audit Quality Score minggu ini. Identifikasi satu area untuk perbaikan, implementasikan perubahan, dan pantau hasilnya selama 2-4 minggu. Anda akan terkejut melihat bagaimana peningkatan kecil dalam kualitas dapat menghasilkan penghematan besar dalam anggaran iklan Anda.
Tips terakhir: Quality Score bukanlah tujuan akhir, tetapi alat untuk mencapai tujuan bisnis Anda — lebih banyak konversi dengan biaya yang lebih efisien. Fokus pada apa yang penting bagi bisnis Anda, dan biarkan Quality Score menjadi panduan menuju efisiensi yang lebih besar.



