Mengapa Strategi Targeting Google Ads Harus Berevolusi di Era Digital Sekarang
Pemasaran pencarian masih menjadi kekuatan utama dalam dunia digital marketing. Baru-baru ini, Google melaporkan pendapatan iklan lebih dari $100 miliar dalam satu kuartal, dengan lebih dari setengahnya berasal dari pencarian. Namun, di Indonesia yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet, hanya mengandalkan pencarian tradisional tidak lagi cukup untuk mencapai hasil yang diharapkan bisnis.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 89% pengguna internet Indonesia menggunakan Google sebagai mesin pencari utama. Tapi di sinilah tantangannya: sebagai pemasar pencarian, kita sangat ahli dalam menjangkau orang yang aktif mencari apa yang kita jual. Namun, kita sering melewatkan orang-orang yang cocok dengan audiens ideal kita tetapi belum melakukan pencarian.
Peluang sebenarnya berada di persimpangan antara intensi dan kecocokan audiens. Mari kita ambil contoh pencarian [paket liburan]. Kueri yang sama bisa berasal dari keluarga dengan anak kecil, pasangan yang sedang berbulan madu, atau sekelompok pensiunan. Kata kuncinya sama, tetapi setiap audiens membutuhkan pesan dan penawaran yang berbeda.
Memahami Kemampuan Targeting di Google Ads untuk Pasar Indonesia
Ada dua jenis targeting utama yang perlu Anda pahami:
1. Content Targeting (Targeting Konten)
Menampilkan iklan di tempat-tempat tertentu. Contohnya, targeting [tiket pesawat ke Bali] adalah content targeting karena Anda menargetkan konten spesifik yang dicari pengguna.
2. Audience Targeting (Targeting Audiens)
Menampilkan iklan kepada jenis orang tertentu. Contohnya, menargetkan orang yang “sedang dalam pasar untuk perjalanan ke Bali” adalah audience targeting. Google membangun audiens in-market dengan menganalisis perilaku melalui berbagai sinyal, termasuk pencarian, aktivitas penelusuran, dan lokasi.
Tiga Jenis Content Targeting yang Harus Anda Kuasai
Keyword Targeting: Dasar yang Masih Relevan
Menjangkau orang ketika mereka mencari di Google, termasuk melalui dynamic ad groups dan Performance Max. Di Indonesia, dengan keragaman bahasa daerah dan istilah lokal, penting untuk memasukkan variasi kata kunci yang relevan.
Topic Targeting: Menjangkau Berdasarkan Minat
Menampilkan iklan bersama konten yang terkait dengan topik tertentu dalam kampanye display dan video. Misalnya, jika Anda menjual produk kecantikan, Anda bisa menargetkan topik seperti “skincare routine” atau “makeup tutorial”.
Placement Targeting: Strategi Presisi
Menempatkan iklan di situs web, aplikasi, saluran YouTube, atau video tertentu di mana pelanggan ideal Anda sudah menghabiskan waktu. Di Indonesia, platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube sangat efektif untuk placement targeting.
Empat Jenis Audience Targeting untuk Hasil Maksimal
Data Google: Segmen yang Sudah Dibangun
Segmentasi yang sudah tersedia termasuk demografi detail (seperti orang tua balita vs remaja), segmen afinitas (minat seperti vegetarianisme), segmen in-market (orang yang aktif meneliti pembelian), dan acara kehidupan (lulus atau pensiun). Setiap pengiklan dapat menggunakan ini di hampir semua jenis kampanye.
Data Anda: Kekuatan Informasi Sendiri
Target pengunjung situs web, pengguna aplikasi, orang yang terlibat dengan konten Google Anda (penonton YouTube atau pengklik pencarian), dan daftar pelanggan melalui Customer Match. Penting untuk dicatat bahwa remarketing dibatasi untuk kategori minat sensitif.
Custom Segments: Personalisasi Tingkat Lanjut
Mengubah content targeting menjadi audience targeting dengan membangun segmen berdasarkan apa yang dicari orang, minat mereka, serta situs web atau aplikasi yang mereka gunakan. Di Indonesia, ini sangat efektif untuk menargetkan audiens berdasarkan preferensi lokal.
Automated Targeting: Kecerdasan Buatan untuk Efisiensi
Ini termasuk optimized targeting (menemukan orang yang mirip dengan konverter Anda), ekspansi audiens dalam kampanye video, sinyal audiens dan tema pencarian di Performance Max, serta segmen lookalike yang memodelkan pengguna baru dari daftar benih Anda.
Membangun Strategi Targeting Modern untuk Bisnis Indonesia
Untuk membangun strategi targeting modern, Anda perlu menjawab dua pertanyaan penting:
1. Bagaimana saya bisa menjual penawaran saya dengan Google Ads?
2. Bagaimana saya bisa menjangkau jenis orang tertentu dengan Google Ads?
Contoh konkret: Untuk menjangkau praktisi Google Ads untuk software lead generation di Indonesia, Anda bisa membangun custom segments yang menargetkan orang yang menggunakan aplikasi Google Ads, mengunjungi situs industri seperti marketing.co.id, atau mencari istilah spesifik Google Ads seperti “Performance Max” atau “Smart Bidding”.
Anda juga bisa melapisi content targeting, seperti placement YouTube di saluran edukator industri dan topic targeting seputar pemasaran pencarian.
Strategi untuk Kategori Minat Sensitif di Indonesia
Jika Anda bekerja dalam kategori terbatas seperti hukum atau kesehatan dan tidak dapat menggunakan custom segments atau remarketing, gunakan non-linear targeting. Abaikan penawaran dan fokus pada audiens. Pilih audiens data Google mana pun dengan potensi tumpang tindih, meskipun tidak sempurna, dan biarkan kreatif Anda yang melakukan penyaringan.
Gunakan jargon industri spesifik, singkatan, dan citra yang hanya akan dikenali dan dihargai oleh audiens target Anda. Orang lain akan menggulir melewatinya. Di Indonesia, penting untuk memahami konteks budaya dan regulasi lokal untuk kategori sensitif.
Statistik Penting untuk Pasar Indonesia
- Pengguna internet Indonesia mencapai 212,9 juta pada 2023 (APJII)
- Rata-rata waktu online per hari: 8 jam 36 menit
- 94% pengguna internet Indonesia mengakses internet via smartphone
- E-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai $130 miliar pada 2025
- Google memiliki market share 95% di Indonesia sebagai mesin pencari
Contoh Studi Kasus: Startup E-commerce Indonesia
Sebuah startup fashion lokal berhasil meningkatkan konversi sebesar 45% dengan menerapkan strategi targeting hybrid:
- Menggunakan keyword targeting untuk istilah fashion lokal seperti “baju muslim” dan “batik modern”
- Menerapkan audience targeting untuk demografi usia 18-35 tahun dengan minat fashion
- Memasukkan custom segments berdasarkan pencarian produk spesifik
- Menggunakan placement targeting di influencer fashion lokal di YouTube
Ingat: CPC Tinggi Bukan Musuh Utama
Traffic berkualitas rendah adalah masalah sebenarnya. Lebih baik membayar Rp 150.000 per klik dengan tingkat konversi 10% daripada Rp 15.000 per klik dengan tingkat konversi 0,02%.
Saat mengevaluasi strategi targeting, fokus pada tingkat konversi dan biaya per akuisisi, bukan hanya biaya per klik. Di Indonesia, di mana daya beli bervariasi, memahami nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value) sangat penting.
Tips Praktis untuk Implementasi di Indonesia
1. Gunakan Bahasa dan Konteks Lokal
Adaptasi konten dengan bahasa Indonesia yang natural, termasuk istilah-istilah lokal yang umum digunakan.
2. Pertimbangkan Variasi Geografis
Indonesia terdiri dari berbagai daerah dengan preferensi dan kebiasaan belanja yang berbeda. Gunakan geographic targeting secara efektif.
3. Optimalkan untuk Mobile First
Dengan 94% pengguna mengakses via smartphone, pastikan semua pengalaman dioptimalkan untuk mobile.
4. Manfaatkan Momentum Budaya
Rencanakan kampanye sekitar hari raya, event nasional, dan tren budaya lokal.
Pencarian Saja Tidak Dapat Memberikan Hasil yang Biasa
Dengan memperluas melampaui kata kunci pencarian tradisional dan menggunakan content dan audience targeting, Anda dapat menjangkau orang yang tepat dan terus mendorong hasil yang kuat. Di pasar kompetitif seperti Indonesia, diferensiasi melalui targeting yang cerdas bisa menjadi pembeda utama.
Kesimpulan: Masa Depan Targeting di Indonesia
Strategi targeting Google Ads modern bukan lagi tentang memilih antara content atau audience targeting, tetapi tentang bagaimana mengintegrasikan keduanya secara harmonis. Dengan memahami karakteristik unik pasar Indonesia dan menerapkan pendekatan yang disesuaikan, bisnis dapat mencapai:
- Relevansi yang lebih tinggi dengan audiens target
- ROI iklan yang lebih baik
- Konversi yang lebih berkualitas
- Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan
Mulailah dengan menganalisis audiens Anda, eksperimen dengan berbagai kombinasi targeting, dan terus ukur serta optimalkan berdasarkan data nyata dari pasar Indonesia. Ingat, di dunia digital yang terus berkembang, fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi adalah kunci kesuksesan.



