Mengapa Traffic Organik Turun dan Bagaimana Mengatasinya di Era AI
Sepanjang tahun 2025, para profesional SEO melaporkan cerita yang sama kepada manajemen: traffic organik turun, klik menurun, dan atribusi tidak lagi masuk akal. Pengalaman pencarian berbasis AI, hasil zero-click, dan jawaban tingkat platform memperlebar jarak antara discovery dan kunjungan yang terukur, membuatnya lebih sulit dari sebelumnya untuk melaporkan performa organik secara akurat.
Bagi banyak organisasi, ini muncul sebagai penurunan dua digit dari tahun ke tahun dalam traffic organik dan lead yang dilaporkan. Manajemen puncak bertanya pertanyaan yang jelas: Mengapa klik turun? Mengapa traffic organik terlihat 25% lebih rendah dari tahun lalu? Apakah SEO sebenarnya merugikan bisnis?
Masalahnya bukan bahwa pencarian organik berhenti bekerja. Masalahnya adalah cara kebanyakan organisasi mengukurnya tidak lagi mencerminkan bagaimana discovery terjadi hari ini.
Mengapa Model Last-Touch Attribution Sudah Ketinggalan Zaman di 2026
Kita belum mengukur pencarian organik secara akurat. Banyak organisasi masih mengandalkan last-touch attribution, yang mengukur akhir perjalanan pelanggan – bukan awalnya.
Model atribusi kita linier – Search → Click → Convert – tetapi perilaku pengguna tidak seperti itu. Kebanyakan model atribusi tradisional mengasumsikan discovery mengarah ke klik yang terukur. Hari ini, SERP berbasis AI menantang asumsi itu dan memperlebar jarak antara pengaruh dan kredit pendapatan.
Last-Touch Attribution Hanya Mengukur Garis Finish
Last-touch attribution memberi penghargaan pada garis finish – bukan awal perlombaan. Artinya, last-touch attribution runtuh di dunia AI-first dan zero-click, terutama untuk pencarian organik. Pencarian berbasis AI mempercepat blind spot atribusi.
Pengukuran kita tidak rusak. Itu sudah ketinggalan zaman dan tidak menceritakan kisah holistik. Sebagai industri, kita perlu memikirkan kembali KPI kita dan cara mengukur kesuksesan. Kita perlu menceritakan kisah data lengkap di seluruh perjalanan pelanggan, dari awal hingga klik dan konversi.
Mengapa Last-Touch Menjadi Masalah Besar?
Last-touch attribution hanya mengukur akhir perjalanan pelanggan. Karena itu, ia melewatkan semua interaksi yang terjadi sebelum konversi, di berbagai channel seperti Google, Reddit, YouTube, AI Overviews, AI Mode, ChatGPT, Instagram, email, listing SERP berbayar, dan lainnya.
Kebanyakan pengguna Google Analytics atau Adobe Analytics mengandalkan last-touch attribution saat menyiapkan analitik mereka. Ini berfungsi sebagai baseline, tetapi untuk menceritakan kisah lengkap, Anda juga perlu memahami dari mana first touch Anda berasal.
Ini terutama benar karena traffic organik tradisional – click-through dari SERP – terus menurun dengan munculnya AI Overviews dan AI Mode.
Apakah Anda Memiliki Data yang Dibutuhkan untuk First-Touch Attribution?
Banyak organisasi memiliki data yang berantakan, terisolasi, dan penuh dengan masalah kualitas dan integritas. Lihat data Anda dan tanyakan pada diri sendiri apakah Anda dapat dengan mudah menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini:
- Bagaimana pelanggan saya memasuki funnel pemasaran melalui organik?
- Haruskah paid, direct, referral, atau AI yang mendapatkan atribusi konversi?
- Apakah saya memiliki pemahaman tentang referral AI? Sudahkah kami menyiapkan channel berbeda di platform analitik kami untuk menangkap referral AI secara khusus?
- Bisakah kami membedakan tingkat konversi berdasarkan channel mana yang menjadi first touchpoint? Misalnya, bagaimana perbedaan tingkat konversi berbayar ketika organik adalah first touch point? Atau ketika bukan?
Jika pengguna tidak mencari lebih banyak dan mengklik ke situs Anda, itu tidak berarti organik turun atau program SEO Anda tidak bekerja dengan baik dan tidak berharga. Kemungkinan besar Anda tidak mengukur SEO secara akurat atau tepat.
Solusi: Bersihkan Data dan Analisis Setiap Channel
Jadi apa jawabannya di sini? Bersihkan data Anda, investasikan waktu untuk menganalisis setiap channel yang mengarahkan traffic ke situs web Anda, dan benar-benar menggali bagaimana pencarian organik masih berdampak pada upaya SEO keseluruhan Anda.
Menurut penelitian terbaru dari Search Engine Journal, 68% marketer melaporkan penurunan traffic organik yang signifikan sejak diperkenalkannya AI Overviews. Namun, 72% dari merek yang sama melaporkan peningkatan brand awareness dan consideration metrics.
Strategi Praktis untuk Implementasi First-Touch Analytics
Berikut adalah langkah-langkah konkret yang dapat Anda terapkan:
- Audit Data Utama: Mulailah dengan audit menyeluruh terhadap data analitik Anda. Identifikasi gap dan silo data.
- Setup Channel Khusus AI: Buat channel khusus untuk menangkap traffic dari AI Overviews, ChatGPT, dan platform AI lainnya.
- Implementasi UTM yang Konsisten: Gunakan parameter UTM secara konsisten di semua channel untuk melacak first touch.
- Integrasi Cross-Platform: Hubungkan data dari berbagai platform (Google Analytics, CRM, media sosial) untuk mendapatkan gambaran holistik.
Mengapa First-Touch Analytics Membuktikan Hasil Organik Masih Penting
Ketika pengguna mencari dan merek Anda disebutkan – tetapi tidak ditautkan – dalam respons AI, discovery masih terjadi. Jika pengguna yang sama mengunjungi situs Anda keesokan harinya melalui media sosial atau direct, atau muncul di toko fisik, apakah itu berarti SEO tidak berhasil?
Tentu saja tidak! Hasil organik membawa pengguna ke dalam funnel hanya dengan dirujuk, dikutip, terlihat – top of mind. Tetapi bagaimana Anda mengukur itu ketika last-touch adalah klik direct, sosial, atau referral dan/atau konversi?
Pencarian organik adalah titik masuk – bahkan tanpa klik – dan bisa dibilang sangat penting untuk channel lain. Tanpa mengetahui dan mengukur first-touch dan last-touch attribution, marketer tidak dapat menjawab pertanyaan ini.
Peran Organik dalam Customer Journey Modern
Pencarian organik sering memperkenalkan kategori, membingkai masalah, dan membangun kredibilitas serta persepsi tentang merek Anda sebelum pembeli pernah mengunjungi situs web, menonton video, atau mengunjungi forum.
Data dari McKinsey menunjukkan bahwa 85% pembeli melakukan riset online sebelum membuat keputusan pembelian, dan 70% dari riset tersebut dimulai dengan pencarian organik – meskipun tidak selalu menghasilkan klik langsung.
Visibility: Mata Uang SEO Baru di 2026
Mata uang SEO baru di 2026 bukanlah kata kunci, impression, atau klik – melainkan visibility melalui mention dan citation. Jika sistem AI memilih merek mana yang akan dikutip, visibility organik menjadi prasyarat untuk consideration, bukan hanya traffic.
Ingat apa arti “organik” hari ini: pengguna mencari dan menemukan merek Anda sendiri, tanpa promosi berbayar. Sepuluh atau 15 tahun yang lalu, itu biasanya berarti Google. Namun hari ini, calon pelanggan dapat mencari, menemukan, dan meneliti merek di mana saja: YouTube, Reddit, Instagram, TikTok, ChatGPT, dan, ya, masih “Google it”.
Mereka juga bisa mendapatkan jawaban dan informasi yang diringkas melalui Web Guide, AI Overviews, dan AI Mode tanpa kunjungan ke situs web perusahaan.
Strategi Meningkatkan Visibility di Era AI
Sebagai marketer, kita perlu menjadi cerdas tentang apa arti visibility hari ini dan bagaimana kita akan memperluasnya:
- Optimasi untuk Featured Snippets: AI sering menarik informasi dari featured snippets. Optimasi konten untuk format ini.
- Bangun Authority: Fokus pada E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) untuk meningkatkan peluang dikutip oleh AI.
- Diversifikasi Presence: Hadir di berbagai platform di mana AI mungkin mencari informasi.
- Monitor Brand Mentions: Gunakan tools untuk melacak mention merek di seluruh web, termasuk di output AI.
2026: Tahun untuk Mengembangkan SEO, Bukan Mengecilkannya
Karena pencarian menjadi lebih terfragmentasi dan pengalaman berbasis AI mengurangi klik, peran SEO dalam discovery tidak berkurang – itu bergerak lebih awal dalam perjalanan. Masalahnya bukan bahwa pencarian organik berhenti bekerja. Masalahnya adalah pengukuran post-click tidak lagi menangkap di mana pengaruh sebenarnya dimulai.
Last-touch attribution meremehkan early discovery dan secara sistematis mengkreditkan SEO, terutama dalam lingkungan AI-first dan zero-click. Analisis first-touch membantu memperbaiki itu dengan menghubungkan visibility organik ke pengaruh hilir, konversi, dan pendapatan.
Kolaborasi adalah Kunci Sukses
AI Overviews, AI Mode, dan platform seperti ChatGPT mempercepat gap pengukuran ini, dan best practices masih muncul. Tetapi ini bukan tantangan baru bagi industri. Kita telah menavigasi silo data dan blind spot atribusi sebelumnya.
Di tahun 2026, tim yang berkolaborasi di seluruh analitik, SEO, dan channel lainnya – dan berinvestasi dalam pengukuran first-touch – akan paling siap untuk membuktikan dampak organik dan membuat keputusan yang lebih baik dan lebih lengkap. Mereka yang memodernisasi cara SEO diukur akan menjadi mereka yang terus membenarkan dan menumbuhkan investasi, bahkan ketika klik menurun.
Kesimpulan: Masa Depan SEO adalah Holistik
Perjalanan menuju pengukuran SEO yang lebih akurat di era AI membutuhkan pergeseran mindset dari klik-centric ke visibility-centric. First-touch analytics bukan hanya alat pengukuran – itu adalah lensa baru untuk memahami nilai sebenarnya dari SEO dalam ekosistem digital yang terus berkembang.
Dengan mengadopsi pendekatan first-touch, Anda tidak hanya membuktikan nilai SEO kepada stakeholders, tetapi juga mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana pelanggan menemukan dan berinteraksi dengan merek Anda di seluruh perjalanan mereka.
Ingat: Di dunia di mana klik semakin langka, visibility semakin berharga. Investasi dalam first-touch analytics adalah investasi dalam memahami dan mengoptimalkan nilai sebenarnya dari upaya SEO Anda di era AI yang terus berkembang.



